Yes, Anggur Kehidupan Itu… – KOMPAS


KOMPAS/ARBAIN RAMBEY

Gitaris Steve Howe masih menjadi motor utama grup musik Yes yang melakukan konser di Jakarta, Selasa (24/4). Diperkuat penyanyi baru, Jon Davison (kiri), dan pemain keyboard baru, Geoffrey Downes, Yes masih diisi pemain lama, seperti Chris Squire (bas) dan Alan White (drum).

Frans Sartono

”Musik itu santapan dan anggur bagi saya. Dan, gitar adalah the goblet, gelasnya,” kata Steve Howe, gitaris Yes. Dan, Yes, band asal Inggris, menyuguhkan ”anggur” itu dalam konser di Jakarta, Selasa (24/4) malam.

Steve Howe (65) menjawab pertanyaan Kompas itu sambil berjalan menuju tempat menginapnya di Ritz-Carlton seusai acara jumpa pers di Pacific Place, Jakarta, Senin siang.

Begitulah musik telah menjadi bagian dari kehidupan awak Yes yang usianya rata-rata telah berkepala enam. Chris Squire (64), pemetik bas dan salah seorang pendiri Yes, mengatakan, musik telah menjadi totalitas hidupnya. ”Music is my life. Karena musiklah yang saya lakukan untuk hidup. Saya tidak punya bayangan apa yang akan saya lakukan kalau saya tak bermusik,” kata Squire di Jakarta.

Mereka adalah seniman dengan elan vital, daya hidup yang luar biasa lewat musik. Terasa ada jiwa, semangat hidup, dan energi dalam musik dan lirik lagu mereka. Suguhan Yes oleh karenanya tidak menjadi sekadar hiburan. Mereka merayakan kehidupan lewat konser. ”Kami ingin memberi Anda getaran rasa dan harapan yang baik. Dan, selera yang baik pula,” kata Squire dalam jumpa pers di Jakarta.

Dan, Squire memenuhi janji itu dalam konser yang digelar di ballroom Ritz-Carlton, Pacific Place, Jakarta. Konser yang digelar Variant Entertainment, Andalan Production, dan Melon Indonesia itu merupakan bagian dari tur dunia Yes untuk merayakan 44 tahun band rock progresif yang dibentuk di Inggris pada 1968 itu.

Sisa-sisa laskar lama Yes masih bercokol, yaitu gitaris Steve Howe, Chris Squire (bas), dan Alan White (drum). Plus awak pendukung, yaitu Geoffrey Downes (keyboard) dan vokalis Jon Davison (41), menempati posisi yang sebelumnya dipegang Benoit David, Trevor Horn, serta tentu saja Jon Anderson (67), salah seorang pendiri Yes yang kini tak lagi bergabung.

Rick Wakeman, pemain keyboard dan pentolan Yes yang lain, juga telah lepas.

”Owner of a Lonely Heart”

Yes membuka konser dengan lagu ”Yours Is No Disgrace”. Mereka menunjukkan karisma sebuah band prog-rock yang mumpuni.

Howe, Squire, dan vokalis Davison bernyanyi dalam harmoni tiga suara yang manis. Howe menunjukkan virtuositasnya sebagai gitaris rock progresif. Dari permainannya dengan gitar Gibson ES 175, terasa sekali sentuhan jazz dan klasik dalam satu ramuan.

Yes membawakan lagu-lagu yang dikenal baik para penggemar, seperti ”Tempus Fugit” (artinya ’waktu berlalu cepat’) dan ”I’ve Seen All Good People” dari The Yes Album (1971). Kemudian ”Roundabout” serta ”Owner of a Lonely Heart”.

Pada lagu ”I’ve Seen All Good People”, sebagian penonton serentak menirukannya.

Pada konser ini, Yes menampilkan lagu-lagu dari album baru mereka, Fly From Here (2011). Juga lagu ”Into the Storm” dan ”Wonderous Stories”.

Energi musik Yes masih terasa muda, meluap. Dalam jumpa pers sempat telontar pertanyaan yang berkonotasi memosisikan awak Yes sebagai orang tua.

Nyatanya, musik Yes menembus batas usia. Yes memberi energi kepada audiens dan respons audiens memberi energi balik kepada awak Yes.

”Kami mendapat energi balik dari musik yang kami mainkan. Ada imbal balik energi,” kata Alan White (62).

”Progressive rock”

Yes membawa musik yang disebut sebagai rock progresif atau prog-rock. Apa itu prog- rock, biarlah Howe yang bicara. Bukankah dia salah seorang ”Mbah-”nya prog-rock, selain juga antara lain seniman-seniman Emerson Lake & Palmer (ELP), Genesis, dan Jethro Tull.

”Prog-rock artinya kami tidak hanya datang dari rock. Bukan lagi rock yang berdasarkan blues 12 bar yang diberi beat. Kami memasukkan jazz, flamenco, klasik, dan folk. Kami menggunakan konsep itu,” kata Howe di Jakarta.

Setelah era 1970-an, ungkap Howe, di kalangan musisi tidak ada lagi ego yang membanggakan suatu jenis musik tertentu yang lebih baik daripada musik lain.

”Kami justru mendapat lebih banyak inspirasi baru kultur musik yang berbeda. Dengan begitu, kami membuat musik rock lebih lebar dan lebih indah untuk Anda semua,” kata Howe sambil menuding ke awak media.

Dalam rentang 44 tahun, musik Yes memang berubah dan itu diakui awak Yes. Seperti dikatakan Squire, Yes mempunyai banyak pengalaman musikal sepanjang empat dekade tersebut.

Mereka coba mengombinasikan berbagai elemen. Sampai pada era awal 1980-an, Yes menghasilkan lagu ”Owner of a Lonely Heart” (1983) yang secara karakter berbeda dengan lagu-lagu Yes sebelumnya. ”Saat itu (lagu) kami menjadi lebih sederhana. Lebih straight forward (lempeng) dan itu sukses,” kata Squire yang dibenarkan Alan White.

Berani hidup

Era 1990 hingga 2000-an Yes dikatakan Squire telah bergerak ke wilayah kreatif yang berlainan pula. Perubahan itu disebutnya sebagai bagian dari pengalaman Yes.

”Basically, musik menjadi kekuatan penggerak Yes. Musik kami berjalan bersama waktu dan berkembang terus. Kami telah menciptakan rasa musik di masa lalu. Nantinya, kami mencari cara yang lebih lebar untuk mendesain musik Yes dan membawanya untuk masa depan….”

Yes adalah seniman merdeka, manusia bebas, serta mendorong diri dan orang lain untuk berani hidup seperti mereka serukan dalam lagu ”Owner of a Lonely Heart”.

”You are the move you make,/ Take your chances, win or loser…// Give your free will a chance” .

Anda adalah perbuatan Anda. Ambil kesempatan, menang atau kalah. Dan, berilah kesempatan pada kehendak bebas Anda…. Yess…!

via Yes, Anggur Kehidupan Itu… – KOMPAS.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s