Jejak Steven Tyler Merintis Aerosmith


Bermula di tahun 1964, Tyler yang sedang keranjingan bermusik dengan berbekal kemampuan menggebuk drum, dia bersama teman-temannya membentuk sebuah band.

Aerosmith (Sumber: blogspot.com)

New Hampshire, PelitaOnline — TUA-tua keladi, makin tua makin menjadi. Itulah pepatah yang tepat untuk Aerosmith, band gaek yang dimotori Steven Tyler.

Bagaimana tidak, lagu-lagu mereka selalu bertengger di tangga musik dunia. Berikut perjalan karier band yang memiliki official fans club dengan sebutan Aero Force One ini.

Bermula di tahun 1964, Tyler yang sedang keranjingan bermusik dengan berbekal kemampuan menggebuk drum bersama teman-temannya di New Hampshire, sebuah negara bagian di Amerika Serikat, membentuk sebuah band dengan nama The Strangeur. Tapi kemudian ia menggantinya menjadi Chain Reaction.

Bersama Don Solomon (keyboard), Tyler menulis lagu. Selain menyanyikan lagu sendiri, mereka juga sering menyanyikan lagu band-band yang sedang nge-top kala itu seperti Beatles, Animal, Yardbirds dan Rolling Stones.

Pada tahun 1966, Tyler dkk masuk studio rekaman. Inilah rekaman pertamanya saat masih berusia 18 tahun. Nama Chain Reaction pun melambung dua tahun kemudian. Terbukti mereka diberi kepercayaan sebagai band pembuka Yardbirds, band idola mereka dan menjadi bintang tamu pada konser The Left Banke.

Pertengahan 1969, Chain Reaction pun tampil bersama dengan Byrds dan The Beach Boys. Namun, popularitas membuat mereka terbuai. Para personelnya pun terperosok ke dalam perangkap obat-obatan dan alkohol. Grafik karier mereka pun menukik bahkan nyaris hilang di tahun 1970. Tak ayal, perpecahan pun terjadi yang mengakibatkan Joe dan Brad keluar.

Merasa tak puas, Tyler pun ingin menambah personil band-nya. Kemudian, ia bertemu Joe Perry (gitaris) dan Tom Hamilton di tahun 1970 dan sepakat membentuk trio dan nama Aerosmith pun digunakan. Selang waktu kemudian Tyler menambahkan seorang gitaris. Bergabunglah Raymond Tabano, teman dekat Tyler. Tabano tak lama bergabung, posisinya lalu digantikan Brad Whitford.

Tyler yang selama ini bermain drum sambil menyanyi ternyata kerepotan. Agar lebih berkonsentrasi dalam bernyanyi, maka bergabunglah Joey Krmaer sebagai drummer.

Brtahun-tahun mereka bermain di kafe-kafe, pada sekitar 1972, mereka dikontrak Columbia Record. Januari 1973 album pertama yang diebri nama ‘Aerosmith’ pun dirilis.

Perlahan tapi pasti, ‘Get Your Wings’, album kedua yang keluar di tahun 1974 pun digeber habis-habisan. Konser dan tour panjang pun mereka lakoni.

Dewi fortuna masih menghinggapi Aerosmith. Joe dan Brad, dua mantan personel yang sempat keluar memutuskan kembali bergabung. Aerosmith pun siap kembali berkibar setelah Tyler dan Joe juga menegaskan bahwa mereka telah bebas dari pengaruh obat-obatan dan alkohol.

Seperti dilansir AeroForceOne.com, berturut-turut dimulai tahun 1975, mereka merilis album-album yang terhitung laris. Sebut saja ‘Toys In The Attic’, ‘Rocks’ (1976), ‘Draw The Line’ (1977), ‘Night In The Ruts’ (1979), ‘Rock In A Hard Place’ ((1982), ‘Down With Mirror’ (1985), ‘Permanent Vacation’ (1987), ‘Pump’ (1989) dan ‘Get a Grip’ (1993).

Album ‘Nine Lives’ dirilis di tahun 1997. Aerosmith semakin sukses setelah single mereka ‘I Don’t Wanna Miss A Thing’ menjadi soundtrack film Armageddon di tahun 1998.

Aerosmith kembali sukses merajai tangga lagu lewat single ‘Jade’ di tahun 2001 yang terdapat dalam album ‘Just Push Play’ dan meraih platinum.

Masih dalam nanungan Columbia Reccord, di tahun 2004, band gaek yang belakangan ini vokalisnya sedang menjadi perbincangan hangat para pecinta blogger gara-gara tertangkap kamera foto sedang berlibur di sebuah pantai dengan seorang pacar mudanya itu sukses merilis album ‘Honkin’ On Bobo’ dan menempati chart ke-5 tangga lagu Billiboard.

Salah satu keunikan Aerosmith adalah warna musik. Sejak awal, mereka tak berkiblat ke satu genre musik meski pada dasarnya mereka menyukai musik rock. Namun bukan berarti mereka tak sanggup membawakan rock n’ roll. Aerosmith juga mampu menghentak layaknya band metal namun bisa lembut dengan lagu balad-nya.

“Anda akan merasakan kebisingan di saat kami berlima (Aeorsmith) berkumpul di ruangan yang sama. Kita semua akan tertawa bersama seolah kita tidak pernah berkumpul dalam waktu yang lama. Kami tahu jika kami telah melakukan langkah yang tepat selama ini,” jelas sang vokalis yang juga ayah dari aktris Liv Tyler seperti dikutip Wikipedia.

 

Pelita Online – Jejak Steven Tyler Merintis Aerosmith.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s