Ruang Inap Kelas III RSUD Minim


SEMARANG – Jumlah ruang rawat inap kelas III RSUD Kota Semarang dinilai belum memenuhi kuota yang ditetapkan Menteri Kesehatan (Menkes).

Dari kuota sekitar 250 ruang rawat inap,saat ini hanya ada 80 ruang kelas III. Selain itu, Pemkot Semarang diminta untuk merintis kebijakan penggratisan biaya rawat inap kelas III sebagai langkah percepatan menuju total coverage. Dewan Kesehatan Kota Semarang telah merekomendasikan dua poin terkait kebijakan jaminan pelayanan kesehatan masyarakat tersebut kepada Wali Kota Semarang Soemarmo HS.

”Beberapa waktu yang lalu kami mengunjungi RSUD.Ternyata jumlah ruang kelas III baru sekitar 30 persen. Padahal mengacu peraturan Menkes minimal harus ada 75 persen ruang kelas III dari seluruh total ruang yang ada,”beber Sekretaris Dewan Kesehatan Kota Semarang Suwignyo Rahman,kemarin. Karenanya Dewan Kesehatan meminta agar RSUD bisa memenuhi ketentuan yang telah ditetapkan. Sebab, kebijakan tersebut dimaksudkan untuk memberi kesempatan kepada masyarakat tak mampu mendapat pelayanan kesehatan. ”RSUD itu kan tidak hanya berorientasi pada keuntungan dan bisnis,namun seharusnya lebih mementingkan pelayanan.

Sebenarnya ditambahi dari ruang kelas II, I atau VIP sehingga bisa mencapai minimal 150 ruang,”ujarnya. Untuk biaya perawatan dan rawat inapnya,Dewan Kesehatan juga meminta Pemkot menanggungnya. Pemkot Semarang bisa mengalokasikan anggaran untuk menanggung kelas III, tanpa memandang status sosial. ”Selama pasien bersedia dirawat kelas III biaya digratiskan atau ditanggung pemerintah. Itu berlaku untuk semua masyarakat baik yang tercatat sebagai peserta Jamkesmaskot atau tidak. Ini juga dalam rangka persiapan menuju total coverage di 2013,” jelasnya.

Saat dikonfirmasi, Dirut RSUD Kota Semarang Jhoni Abimanyu menyatakan, meski kuota ruang kelas III belum terpenuhi, namun bukan berarti pelayanan pasien tak mampu terabaikan.Rumah sakit sudah berkomitmen dan punya prosedur tetap tidak akan menolak pasien dengan latarbelakang ekonomi lemah. ”Orang datang ke rumah sakit itu kan butuh pertolongan, jadi tidak mungkin ditolak. Kalau ruang kelas III penuh, akan dialihkan ke kelas II atau kelas yang kosong,dengan pembiayaan sama dengan kelas III. Tapi kalau sudah ada ruang kelas III yang kosong maka akan dikembalikan,”akunya. agus joko

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s