RUU BPJS Demi Jeritan Si Miskin


Jakarta – Politisi PDIP Rieke Dyah Pitaloka mengaku kecewa dengan pemerintah yang tidak peduli terhadap nasib buruh. Hal ini dibuktikan dengan tidak maunya disahkan RUU BPJS dan pemerintah lebih memilih UU Ketenagakerjaan direvisi.

“Revisi itu berisi pesangon yang dihilangkan, PPHK yang dipermudah, cuti panjang yang dihilangkan dan tidak adanya penghargaan bagi karyawan,” kata Rieke kepada centroone.com di DPR, Jakarta, Jumat(28/10)

Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Nasional (BPJS)yang ditolak pengesahannya itu, kata Rieke merupakan sebuah sistem jaminan nasional yang harus dimiliki rakyat Indonesia. Dengan sistem itu, ditegaskan Rieke, tidak terdengar lagi jeritan rakyat miskin yang ditolak rumah sakit karena tidak mampu bayar.

“Pemerintah tidak mengesahkan BPJS sama saja dengan melanggar hak konstitusi. Karena hal itu sudah sepantasnya rakyat melakukan perlawanan,” tegasnya

Sebelumnya pimpinan DPR telah menegaskan agar pemerintah segera mengesahkan RUU BPJS. Sebab pengesahan RUU BPJS telah dibahas secara maraton yang dilakukan di DPR atau pun di luar DPR.

“Pokoknya BPJS itu harus disahkan kecuali ada gempa,” kata Marzuki.

Oleh: Ronald Tanamas – Editor: Ana Shofiana S

Sumber : Centro ONE

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s